Jajanan Khas Batu

Ladu, jajanan berbahan dari beras ketan ini hanya bisa didapatkan di Kota Batu. Membuat kudapan ini kita hanya membutuhkan beras ketan kualitas super dan gula. Proses pembuatannya pun tidak terlalu rumit. Hanya saja membutuhkan tenaga ekstra untuk membuat adonannya.

Pertama, beras ketan harus di masak dengan cara dikukus. Setelah matang, beras ketan yang kemudian menjadi ketan matang ini harus ditumbuk sampai halus. Pada proses penumbukan ini gula baru dicampurkan kedalam adonan. Maka untuk menumbuk ketan sampai seluruh butiran beras ketan hancur inilah dibutuhkan sedikit tenaga ekstra.

Selesai adonan ketan bercampur gula ini ditumbuk hingga halus, maka dibentuk menjadi pipih. Lantas diiris berbentuk kecil atau besar tergantung selera yang membuat. Irisan kecil ini kemudian harus dijemur setidaknya sampai satu hari penuh bila cuacanya cukup terik.  ini untuk membuat potongan Ladu kering menjadi renyah nantinya.

Setelah dijemur, maka Ladu siap untuk dipanggang didalam microwave selama satu hingga dua jam. Selesai dipanggang maka bentuknya mengembung menjadi kue kering seperti bola pingpong, renyah dan gurih. Dan Ladu pun siap untuk dihidangkan.

Dahulu, jajanan khas warga Kota Batu ini hampir tiap hari dibuat oleh warga Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Namun, membuat Ladu kini menjadi aktivitas warga pada hari-hari tertentu saja. Misalnya saat Idul Fitri, warga pasti membuat untuk disajikan pada tamu yang datang bersilaturahmi.

Pasalnya, naik turunnya harga gula dan beras ketan membuat masyarakat enggan untuk membuat Ladu setiap hart Apalagi permintaan Ladu dipasaranpun f1uktuatif. Kalau musim liburan, permintaan jajanan Ladu ini meningkat tajam. Namun bila bulan biasa permintaan pun jauh menyusut.

Sumani (60), warga RT 3 RW 4 Dusun Kandangan adalah salah seorang yang hingga kini masih eksis membuat Ladu untuk dijajakan ke beberapa toko. Aktivitas membuat Ladu ini rutin dijalani Sumani dibantu dengan 2 orang anak dan menantunya setiap hari.

Dia mengaku sudah 5 tahun terakhir ini menjual Ladu buatannya ke beberapa toko. Saat awal kali menjual jajanan buatannya Ini, mesin oven (microwafe) kue miliknya baru 2 saja. Jumlah took yang menjadi langganannya pun baru beberapa gelintir. Namun kini mesin ovennya sudah sebanyak 10 mesin dengan jumlah toko yang menjadi pelanggannya mencapai 50 toko di Kota Batu.

Kalau saat musim Jiburan, dalam seminggu setidaknya 50 kilogram beras ketan dan 20 kilogram gula mampu dihabiskan untuk membuat jajanan ini. Bila permintaan Ladu dipasar lagi sepi, 25 kilogram beras ketan dan 10 kilogram gula baru habis untuk satu bulan.

Kalau ramai biasanya saya dibantu sekitar 20 tenaga untuk membuat Ladu, namun bila sepi cukup saya, anak dan menantu saja yang membuat,” ujar Sumani.

Baginya, aktivitas membuat Ladu untuk dilempar ke pasar ini merupakan ladang nafkah. Apalagi sawah, kebun atau hewan temak pun dia tidak memilikinya. Maka salah satu jalan agar asap dapur tetap mengepul adalah dengan membuat Ladu.

Segera berwisata ke Kota Batu dan berburu jajanan khasnya. Tentunya dengan Sarjana Muda tambah asyik !

Berbagi yukk...Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Share on LinkedIn0Share on Tumblr0Email this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *